THE EMOTIONAL STABILITY OF THE CHILD’S DEVELOPMENT IN THE TRANSITION PERIOD DURING ADOLESCENCE IS BASED ON THE ISLAMIC-EDUCATION PSYCHOLOGICAL VIEWS

Authors

  • Oqy Andaresta Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.52366/edusoshum.v2i2.45

Abstract

[Many children are started to grow into teenagers, but child’s emotional stability is still unstable due to several internal and external factors. Emotional stability affects the quality of learning to which a child is about to grow into a teenager. This research aims to solve the emotional ability of child development during the teenager transition period. This research design is qualitative research focused on a systematic literature review by examining scientific articles and manuscripts from the literature that are relevant to the problems raised in this research. The data sources are divided into two kinds, primary and secondary sources. The primary data are books used as main sources concerning the study of child development during Adolescence. Meanwhile, the secondary data are scientific research considered relevant to this study. The analysis method is descriptive analysis to determine the emotional stability of the child’s development during teenager transition in the Islamic views. The research result shows that intervention from parents and teachers in the stability and the process during transition periods is needed to improve the quality of a child’s learning. The intervention of the emotional stability in children during this transition period with a humanistic approach.]

[Banyak anak yang mulai tumbuh menjadi remaja, namun kestabilan emosi anak masih labil karena beberapa faktor internal dan eksternal. Kestabilan emosi mempengaruhi kualitas pembelajaran yang akan dilakukan seorang anak untuk tumbuh menjadi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan emosional anak pada masa transisi remaja. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berfokus pada tinjauan pustaka yang sistematis dengan menelaah artikel ilmiah dan manuskrip dari literatur yang relevan dengan masalah yang diangkat dalam penelitian ini. Sumber data dibedakan menjadi dua macam, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Data primer berupa buku-buku yang digunakan sebagai sumber utama mengenai kajian perkembangan anak pada masa remaja. Sedangkan data sekunder adalah penelitian ilmiah yang dianggap relevan dengan penelitian ini. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui kestabilan emosi perkembangan anak pada masa transisi remaja dalam pandangan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi dari orang tua dan guru dalam stabilitas dan proses selama masa transisi diperlukan untuk meningkatkan kualitas belajar anak. Intervensi kestabilan emosi pada anak pada masa transisi ini dengan pendekatan humanistik.]

References

Albanjari, E. S. (2018). Mengatasi Kenakalan Remaja Pada Masa Transisi. Tadrib, 4(2), 246–259. Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.19109/tadrib.v4i2.2450

Andriyani, J. (2020). Peran lingkungan keluarga dalam mengatasi kenakalan remaja. At-Taujih: Bimbingan Dan Konseling Islam, 3(1), 86–98. Retrieved from https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22373/taujih.v3i1.7235

Arifin, I. Z. (2009). Bimbingan Penyuluhan Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Ayun, Q. (2016). Pendidikan dan Pengasuhan Keluarga Dalam Membentuk Perkembangan Kepribadian Anak: Perspektif Psikologi Perkembangan Islam. Attarbiyah, 26, 97.

Azizah, U. (2018). Bimbingan Konseling Islam untuk Mengatasi Kenakalan Remaja. IQ (Ilmu Al-Qur’an): Jurnal Pendidikan Islam, 1(01), 100–113. Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.37542/iq.v1i01.9

Damayanti, E., Muchlisah, M., Muthmainnah, M., Sudirman, S. A., Rasyid, M. R., & Ismail, W. (2022). Enhancing Motivation of Students Completion of Study Using Rebt Counseling Based on Islam. Psikis: Jurnal Psikologi Islami, 7(2). Retrieved from https://doi.org/10.19109/psikis.v7i2.8349

Darajat, Z. (2005). Ilmu Jiwa Agama, Cet 17. Jakarta: Bulan Bintang.

Diananda, A. (2019). Psikologi remaja dan permasalahannya. Istigha: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 1(1), 116–133. Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.33853/istighna.v1i1.20.g21

Ermayani, T. (2015). Pembentukan Karakter Remaja Melalui Keterampilan Hidup. Jurnal Pendidikan Karakter, 6(2). Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.21831/jpk.v0i2.8618

Fadhilah, N. (2017). Pengembangan Model Bimbingan Kelompok Berbasis Islami untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa. Jurnal Penelitian, 111–130. Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.28918/jupe.v14i1.1209

Fajri, A. (2017). Kontribusi Stabilitas Emosi Terhadap Kemampuan Pembuatan Keputusan Karier Siswa SMP. Indnonesian Journal Of Education Counseling, 1, 179.

Fauzia, A. Z., Maslihah, S., & Ihsan, H. (2019). Pengaruh Tipe Kepribadian Terhadap Self-Disclosure Pada Dewasa Awal Pengguna Media Sosial Instagram di Kota Bandung. Jurnal Psikologi Sains Dan Profesi, 3(3), 151–160.

Ginanjar. (2013). Keseimbanagn Peran Orang Tua Dalam Pembentukan Karakter Anak. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 2(03). Retrieved from https://doi.org/DOI: http://dx.doi.org/10.30868/ei.v2i.3.27

Gunarsa. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. BPK Gunung Mulia.

Hadi, A. (2019). Moralitas Pancasila dalam Konteks Masyarakat Global: Mengkaji Pendidikan Kewarga negaraan untuk Penguatan Nilai Moral dalam Konteks Globalisasi. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 8(2), 123–138.

Hasanah, H. (2014). Peran BimBingan Konseling islam dalam menurunkan Tekanan emosi remaja. Jurnal Konseling Religi, 5(1).

Hasnahwati, H., & Djemma, J. A. (2020). Peranan Pendidikan Agama Islam Pada Masa Perkembangan Remaja. Jurnal Pendidikan, 3(1), 14–22.

Herman. (2015). Remaja dalam Presfektif Pendidikan Islam. Jurnal Al-Izzah, 10(1). Retrieved from https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31332/ai.v10i1.327

Hurlock. (2004). Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Jauhari, M. M. Al, & Khayyal, M. A. H. (2005). Membangun Keluarga Qur’ani. Jakarta: Amzah.

Lestiawati, I. M. (2013). Penagruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemampuan Sosial Anak Usia 6-7 Tahun. Jiv, 8, 113.

Lickona, T. (2013). Educating for Character (Mendidik untuk Membentuk Karakter). Terj. oleh Juma Abdu Wamaungo. Jakarta: bumi aksara.

Munjiat, S. M. (2018). Peran agama islam dalam pembentukan pendidikan karakter usia remaja. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1).

Nirwana, A. (2020). Konsep Pendidikan Psikologi Religiusitas Remaja Muslim dalam Motivasi Beragama. AT-TA’DIB: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 71–88. Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.47498/tadib.v12i01.324

Pohan, N. (2017). Pelaksanaan pembimbingan belajar aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Amal Shaleh Medan. At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam Dan Humaniora, 1(2), 15–28.

Ranny, Rize Azizi A.M, Ervina Rianti, S. H. A. M. N., & Nurva Novita, E. L. (2017). Konsep Diri Remaja dan Peranan Konseling. Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 2, 41.

Rifa, H. (2005). Urgensi Agama Dalam Upaya Penanggulangan Kenakalan Remaja. Psikoislamika: Jurnal Psikologi Dan Psikologi Islam, 2(2). Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.18860/psi.v0i0.344

Samsudin. (2019). Pentingnya peran orangtua dalam membentuk kepribadian anak. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 1(2), 50–61. Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.37680/scaffoldig=ng.v1i2.119

Santrock. (2003). Adolesence: Perkembangan Remaja. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.

Sopiatin, P., & Sahrani, S. (2011). Psikologi Belajar dalam Perspektif Islam. Bogor: Ghalia Indonesia.

Suryani, E. (2008). Psikologi Ibu dan Anak. Yogyakarta.

Susansti, S. S. (2018). Kesehatan Mental Remaja Dalam Perspektif Pendidikan Islam. As-Salam 12, VII, 6–7.

Sutarto, S., & Sari, D. P. (2020). Characteristics of Proffesional Teacher: A Psychological Review of The Personality of Prophet Muhammad saw. Psikis: Jurnal Psikologi Islami, 6(2). Retrieved from https://doi.org/10.19109/psikis.v6i2.4014

Warsah, I., & Uyun, M. (2019). Kepribadian Pendidik: Telaah Psikologi Islam. Psikis: Jurnal Psikologi Islami, 5(1). Retrieved from https://doi.org/10.19109/psikis.v5i1.3157

Yaqin, M. A. (2016). Pendidikan Agama Islam Dan Penanggulangan Kenakalan Siswa (Studi Kasus MTs Hasanah Surabaya). Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 4(2), 293–314. Retrieved from https://doi.org/https://doi.org/10.15642/jpai.2016.4.2.293-314

Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2008). Teori Kepribadian. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Zaini, M. (2018). Pendidikan remaja dalam perspektif psikologi pendidikan. EL-BANAT: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 8(1), 99–117.

Zola, I. & Y. (2017). Karakteristik Anak Bungsu. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 5, 109–114.

Zubaidi. (2011). Desain Pendidikan Karakter Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2022-08-31

How to Cite

Oqy Andaresta. (2022). THE EMOTIONAL STABILITY OF THE CHILD’S DEVELOPMENT IN THE TRANSITION PERIOD DURING ADOLESCENCE IS BASED ON THE ISLAMIC-EDUCATION PSYCHOLOGICAL VIEWS. EDUSOSHUM: Journal of Islamic Education and Social Humanities, 2(2), 64–74. https://doi.org/10.52366/edusoshum.v2i2.45

Issue

Section

Articles